Tulisan Individual

....

"Jangan! Ini tulisanku sendiri, biarkan saja seperti ini."

Saya peluk kepala ibu saya dan mencium ubun-ubunnya yang beruban. Baru saja saya sepintas melihat konsep posting-nya yang -- seperti biasa -- dipenuhi kesalahan pengetikan. Saya berkomentar: "Wah, habis ini saya edit deh, sebelum di-publish."

Ibu saya langsung menolak. Dan beliau benar. Itu memang blognya kok. Saya juga bukan penyunting profesional yang punya mandat, kewajiban dan keahlian untuk menilai satu tulisan laik baca atau punya daya jual. Lagipula, apa artinya blog tanpa kebebasan menulis sesuatu dengan gaya pribadi memberi ruang pada orang untuk mengekspresikan pikirannya tanpa khawatir kena sensor? Ini juga kan yang membuat kita doyan "nangga" ke blog orang lain: karena kita tahu bahwa kita akan melihat hal-hal yang berbeda-beda sesuai karakter penulisnya. Membuat kita merasa tak berjarak dengan penulisnya, tidak seperti kalau kita membaca tulisan-tulisan di media massa. Kecuali kalau blog itu kumpulan tulisan yang sudah pernah dimuat di koran-koran, heheheheh...

Omong-omong, terima kasih ya untuk teman-teman yang sudah bersedia meluangkan waktunya menengok blog ibu saya, hehehehe... Terharu loh!

1 comments:

Teano said...

waaaahh...ternyata itu bunda-nya dikau ya? daku sempet bingung..ellen yang mana yaa...abis yang saya tau lenje...hehehhe...maap..maap..maap.

daku udah baca blog sang emak...tapi belon sempet kasih komen ^^

btw...Thanks buat comment yang menguatkan yaaa...GBU sis ^^

-ria-