Secarik Kertas Lusuh

"Si Papa ada, Mam?" tanya saya, membayangkan ayah saya sudah mondar-mandir di sekitar ibu saya, menunggu gilirannya untuk berbicara.

"Lagi ketemuan sama teman-temannya. Mama sih lagi malas keluar, biar dia saja."

"Hehehhe... makanya tumben mama kok ngobrolnya gak buru-buru."

"Lah memang. Nak, ingat gak, kamu kan pernah menulis di blogmu tentang Papa?"

"Hm.. iya. Terus?"

"Entri yang itu diprint adikmu, dan diberikan ke Papa. Ya ampun, sampai lecek kertasnya dibawa sama Papa ke mana-mana. Bolak-balik dia tanya ke Mama, 'Mam, sudah baca tulisan si Lenje yang ini?', dan diperlihatkan lagi ke Mama. Padahal entah sudah berapa puluh kali Mama baca, ya gara-gara si Papa ngeyel mau menunjukkan ke Mama."

Hati saya mencelos mendengarnya. Esoknya saya langsung menelepon oknum yang membawa secarik kertas lusuh bertuliskan satu entri blog saya. Sedikitpun beliau tidak menyinggung soal secarik kertas lusuh itu :), malah dengan semangat bercerita tentang, yah, tentang hal-hal yang biasa diceritakannya kalau sedang ngobrol dengan saya: kritik pedas terhadap pemerintah (tidak termasuk kantor anaknya, hahahha...), harga-harga yang semakin meningkat, gosip keluarga besar, rencana saya sekembali ke tanah air, keluarga adik saya, dan anjing-anjing di rumah yang katanya semakin lucu saja walaupun merusak sofa. Tidak selalu dalam urutan seperti itu, tapi porsi kritikan biasanya yang paling besar *nyengir*.

Soal kertas yang sudah lusuh karena terlalu sering dilipat dan dibuka untuk ditunjukkan ke ibu saya (dan saya curiga pada yang lain juga, entah siapa. Aduh!), saya anggap saja itu akibat kepelupaan beliau -- menurun ke saya! Salah satu cerita favorit saya adalah mengenai ayah saya yang begitu khawatir karena merasa semakin pelupa, sehingga beliau membeli suplemen yang mengandung ginkgo biloba yang konon dapat memacu kerja otak dan mencegah "lupa ingatan". Yang terjadi kemudian: ayah saya lupa minum suplemennya...

Waduh, saya ngerasani beliau panjang lebar begini bukan sekedar karena kangen berat. Saya juga sekalian bermaksud mengucapkan selamat ulang tahun ke pria paling ganteng di dunia ini. Menitipkan doa yang selalu saya lafazkan agar beliau diberi kebahagiaan dan ketenangan, dan agar jangan terlalu memikirkan anak sulungnya yang melajang. Ya kan kira-kira sembilan bulan lagi beliau sudah akan dapat menggendong cucu pertamanya (dari adik saya dong, mosok dari saya). Amin, amin, amin.

Signed, sealed with a kiss, delivered.

8 comments:

Dodol Surodol said...

Met ultah, Om. Semoga sehat dan sejahtera.

nananias said...

waaaaaaaaahh met ultah om! ga perlu mengkhawatirkan si lenje, meski dia emang makin mengkhawatirkan narsisnya! ini postingan bottom of linenya mo pamer tulisan dia buat om deh *curiga* dan bahwa dia seneng karena tulisannya udah ditunjukkin ke banyak orang ... hihihi kabuuurrrr met ultah om!

Anonymous said...

Hi mbak lenje..
it's me again, the overworked-underpaid mutant ninja teacher :)

I have to say that your post makes me remember and miss my dad. He passed away 5 years ago... but i believe death can't separate his love for me and somehow someway he can still feel the love i send to him every day.

When i read your post i remember again his memories from past years.
so thank you very much.

oh iya, happy birthday for Mbak Lenje's dad. Semoga panjang umur dan bahagia selalu.

-grc

gituchka said...

met ultah buat papa-nya jeng lenje nih, enaknya masih punya papa

bridge said...

met ultah ya buat babenya Lenje... kOmentar terakhir elo yg bikin ngakak... Cucu dari adek elo dong, bukan dari elooo :)

emaq.blogdrive.com said...

ttg kertas lusuh,rata2 yg namanya manusia begitu,ga liat umurnya.emaq tahu pasti anak gadis emaq sampe udah " gede " gini masih nyimpen buku tempat tanda tangan Radius Prawiro (ex menteri keuangan RI ) alm, mo dijadiin " charms" kali

Rain in June said...

Met ultah buat bapaknya Lenje. Duuh jadi inget bapak tua-ku di rumah...kemarin aku ngomong juga dengannya waktu telpon ke rumah...setelah bertahun-tahun.

little sis said...

Mmmm... Kalo gitu aku print lagi tulisan yg ini biar yang lusuh ga cuma 1 kertas doang. Kelamaan sis nunggu 9 bulan lagi lah desember juga dah brojol. Kan aku dah kasih tau bang Shogi april mo go international dulu kesana. Hehehe.... Happy birthday Pap, tahnk u 4 being the greatest dad ever!