Programmer Tunanetra

Seorang teman saya mengirimkan email, yang rupanya berasal dari halaman situs ini. Isinya demikian:

Punya banyak teman memang mengasikkan dan merupakan berkah tersendiri.
Punya teman politisi, itu biasa...
Punya teman pedagang, itu juga biasa...
Punya teman dokter, itu juga biasa...
Punya teman pejabat, itu juga biasa
Punya teman tukang ojek, itu juga biasa...
Punya teman konglomerat, itu juga biasa...
Punya teman orang IT, itu sangat biasa lagi karena memang profesi dan bidang yang se-hari2 saya geluti adalah IT.

Nah kalau punya teman orang IT, programer yang tunanetra? Itu baru ruarrrrbiasa...
Terus terang, pengalaman baru bagiku, berkenalan dan akhirnya bisa berteman dengan teman baruku ini. Dari namanya tidak ada yang aneh, Rama, nama orang Indonesia kebanyakan. Lengkapnya, Eko Ramaditya Adikara.

Perkenalan ini terjadi pada saat launching website tunanetra pertama di Indonesia, www.mitranetra.or.id yang diselenggaran oleh Depkominfo bekerjasama dengan Yayasan Mitra Netra, Hari Kamis, 31 Maret 2005 di Gedung LIN, Jl. Merdeka Jakarta.

Awalnya, pembukaan yang dilakukan oleh Menteri Kominfo, Bp Sofyan Djalil terasa biasa2 saja dan membosankan. Berangkat pagi2 dari kantor Pacific Link (www.pacific.net.id, yang terletak di kawasan kuningan) tidak begitu bersemangat. Maklumlah, dari undangan yang dikirimkan, tidak ada yang istimewa dari acara ini. Apalagi judul acara dan agenda acara terasa biasa2 saja. Seremonial peluncuran website seperti ini sudah hilang gregetnya bagi saya dan juga teman2 di kantor. Ditambah lagi asumsi2 kami yang sempat negative thinking... Ah... paling2 proyek2an pemerintah... ah paling2 website pemerintah yg isinya meng-eksploitir kegiatan orang2 (maaf) cacat... proyek fiktif apalagi ini? (hehehe... maaaf... bagian yang ini mohon di sensor...)

Yang akhirnya (sedikit) membuat saya bersemangat untuk hadir adalah diantara pembicara dalam seminar (yang juga merupakan bagian dalam acara tsb) adalah Onno. W Purbo dan Roy Suryo.

Setelah seluruh sambutan, tibalah saatnya untuk demo yang dilakukan oleh Rama... yang sebelumnya saya duduk dibagian tengah kemudian pindah kebagian paling depan, berdiri, ingin menyaksikan demo tersebut dari jarak yang dekat.

Penasaran dan kagum, pikiran itulah yang memenuhi otak saya. Allahu akbar... ckckckckkkk... hebat... seorang tunanetra bisa melakukan semua hal yang sama sekali tidak terpikirkan oleh kami. Ternyata... website tsb adalah hasil karya mereka, orang2 IT yang tunanetra.

Terharu, trenyuh, kagum, salut dan masih banyak lagi perasaan dan pikiran yang ada pada saya pada saat itu.

Setelah demo berlangsung, kebetulan Rama duduk persis disebelah saya. Itulah awalnya kami berkenalan. Salah seorang temannya yang juga dikenalkan adalah Suratin. Suratin pernah mengirimkan email ke Pak Onno yang juga membuat Pak Onno terkejut dan heran atas pengakuan Suratin bahwa dirinya adalah tunanetra. Email ini sempat di tampilkan pada saat sesi presentasi.

Banyak hal yang kami bicarakan. Rama atau aurora (demikian nicknamenya di i-net) adalah tunanetra sejak dari lahir. Seorang yang mandiri, potensial, rajin menulis dan lain-lain yang bisa anda baca sendiri di website pribadinya di http://www.ramaditya.com/. Rama juga biasa chating menggunakan Yahoo Mesenger, selain menggunakan email. Atau jika ingin berkenalan lebih jauh, anda bisa juga mengubunginya via HP selain mengunjungi websitenya.

Demikian cerita singkat mengenai perkenalan kami yang akhirnya saya tulis dalam blog ini. Sampai hari inipun, setelah 1 minggu perkenalan dan beberapa kali melakukan kontak (hp, email dan chating), kesan yang mendalam tsb masih tetap melekat kuat di otak saya.

Pesan dan hikmah yang bisa diambil dari cerita ini adalah kemauan dan kerja keras akan membuat hal yang menurut orang kebanyakan tidak mungkin akan menjadi kenyataan. Masing2 orang memiliki kekurangannya sendiri2 disamping kelebihan yang harus bisa ditonjolkan. Kekurangan menjadi tidak berarti ketika keunggulan seseorang bisa ditampilkan dengan se-baik2nya.

Dan satu hal penting yang harus disampaikan dan disosialisasikan dalam hal launching dan seminar website tunanetra tsb adalah mengenai "Web Accessibility". Sebagai pemerhati dunia IT, programer, developer, ataupun pengguna internet di Indonesia, ada baiknya kita ikut mensosialisikan web yang dimana kita berkontribusi didalamanya, agar ditambahkan kode khusus sehingga web tsb dapat di akses oleh teman2, saudara2, rekan2, keluarga ataupun kerabat kita yang tunanetra. Untuk lebih jelas mengenai referensi bagaimana membuat "Web Accessibility". bisa anad baca di http://www.w3.org/WAI/, www.microsoft.com/enable, www.microsoft.com/enable/training/default.aspx, www.cew.wisc.edu/accessibility/tutorials/default.htm,
www.wright.edu/web/access/, www.nomensa.com/resources/ articles/web-accessibility.html. Sedangkan perangkat lunak, screen reeader yang paling populer digunakan (paling tidak untuk mencoba apakah website tsb sudah layak untuk ditampilkan) adalah Jaws. Atau bahkan di i-net banyak terdapat tool2 untuk melkuan pengecekan terhadap web yg sudah mendukung Web Accessibility. Untuk yang versi Indonesia mungkin ada yang pernah buat? Atau ada yang tahu URLnya, mohon diinformasikan dan disosialisaikan ke teman IT. Bagi yang berminat untuk membuat dokumentasi, tutorial ataupun tulisan dalam bahasa Indonesia sangat diharapkan, mungkin kita bisa bekerjasama? :)

Mereka (teman2 tunanetra) tidak butuh dikasihani, tidak butuh pertolongan kita. yang mereka butuhkan adalah pengakuan kita akan eksistensi mereka. Hal ini juga terungkap dan menjadi pertanyaan yang dilontarkan oleh Bp. Encep Kastroni (Ketua KAPCI) dan Ismail yang menanyakan kepada pembicara seminar. Paling tidak, bentuk kepedulian kita adalah mau memikirkan bagaimana mereka bisa mndapatkan informasi dari i-net, bagaimana mereka bisa mendapatkan info dari web. Salah satunya Mensosialisasikan Web Accessibility.

Terima kasih buat Rama dan teman2, secara tidak langsung anda dan teman2 memberikan motivasi lain bagi kami yang bukan tunanetra agar lebih terpacu dan dapat berkarya, terutama yang berguna buat orang lain. Karya terbaik apapun menjadi tidak berarti ketika karya itu tidak gunanya bagi orang lain.

Terimakasih buat Depkominfo dan Yayasan Mitra Netra yang telah mau peduli dengan mereka dan berkenan mengundang kami, Pacific Internet Indonesia. Dan saya mohon maaf karena sebelumnya sempat berprasangka kurang baik (padahal kl gak terus terang gini juga mereka kan gak tahu ya? Biar fair ajalah apa yang ada di isi hati... :) ).
Dan juga terimakasih dengan Mas Roy atas bincang2nya walaupun cuma sebentar, yang sedikit-banyak juga memberikan inspirasi bagi saya kalau suatu saat bisa jadi pembicara seperti mas Roy. Dan juga pak Onno yang selama acara terlihat sekali sibuk dengan digicamnya, foto sana, foto sini.... (kamera baru ya pak? Saya sempat difoto juga gak pak? hehehehehe...:) )

Semoga Allah swt selalu melindungi dan memberikan rahmatnya bagi Rama, Suratin, teman2nya dan juga kita semua... amiiiinnn...

Maju terus Telematika (ICT) di Indonesia... Semoga...

Jakarta, 6 April 2005

@dH1

Saya selalu senang melihat orang yang punya keinginan untuk maju. Bravo, Rama!

PS:
Maaf buat Mas Adi Rachdian yang blognya saya sontek habis-habisan, tanpa permisi pula. Tadinya akan saya edit, tapi rasanya seperti vandalisme; bagaimanapun ini kan tulisan Mas Adi.

3 comments:

adi wahyu said...

Salut buat Rama. Gue dah liat websitenya Rama. Sekilas kalo gak ada fotonya, gue gak tau kalau dia (maaf) tunanetra.

Sekali lagi salut dan bravo buat Rama!

mellyana said...

thanks buatinfonya, udah maen kesana. hmm, kagum atas usaha tiap2 orang untuk mengatasi rintangan yang ada karena ada atau karena menurut orang lain ada.

Anonymous said...

Kalo untuk tujuan baik, gpp toh? Yg pentingkan etika jurnalisnya terpenuhi...

Mungkin suatu saat saya yang mengambil tulisan mbak caranita.
:)

Salam kenal,

@dH1
adhi_rachdian@yahoo.com

NB: Mungkin kalo gak keberatan, ngomentarin di website pribadi saya...
rachdian.pacific.net.id atau
rachdian.com