Katakan dengan Friendster

Saya memang suka iseng, ingin tahu urusan orang. Apalagi yang dibeberkan di publik, lewat jalur cyber, misalnya. Buat saya, kalau sudah digelar di ruang maya terbuka, tentunya yang bersangkutan tidak merasa keberatan urusan pribadinya diintip.

Bermula dari foto orang berciuman. Ya, sepasang dewasa muda Indonesia, berciuman. Sudah banyak foto semacam itu dipasang di Friendster? Memang. Yang lebih juga banyak kok. Tapi tetap saja menarik perhatian toh?

Karena pihak-pihak yang menjadi obyek foto ("subyek" mungkin lebih tepat yah) juga tidak membatasi akses ke profil Friendster-nya, jadilah saya menikmati 50 (betul, lima puluh) gambar yang mereka terakan di masing-masing account mereka. Selain foto-foto, komentar yang ditulis dengan cukup berani (berani ukuran saya dong!) untuk masing-masing foto membuat saya malah mengikuti perkembangan hubungan mereka selanjutnya. Persisnya: tiap kali membuka halaman Friendster saya sendiri, saya pasti masuk ke halaman mereka juga. Mencari-cari kalau ada foto dan komentar baru, atau testimonial baru. Walau mata saya hampir kelilipan membaca rangkaian kalimat singkat dengan campuran huruf besar dan kecil khas ABG. Kurang mau tahu bagaimana lagi, coba! Apalagi cara kedua anak muda itu membuat profil dan mengatur foto-foto mereka sangat merangsang imajinasi saya, hehehe...

Setelah beberapa lama rupanya hubungan mereka memburuk, tampak dari pesan-pesan yang ditulis melalui testimonial. Mula-mula dengan nada marah, kemudian dengan manis. (Tapi mengherankan juga ya, yang bernada marah itu kok dimuat?). Diikuti dengan perubahan status: dari "married" ke "it's complicated" atau "single".

(Hm, sampai sekarang saya masih belum memahami filosofi penggunaan status "married" kalau sebenarnya belum. Kan ada pilihan "in a relationship"? Belum lagi menggunakan panggilan "papa"-"mama"... aduuuhhhhhh!)

Lucunya, setelah perubahan status itu masing-masing masih mengirimkan testimonial, yang menurut saya bisa diberikan langsung kepada yang bersangkutan lewat SMS. Kenapa harus diberitahukan ke publik juga sih?

Jadi ternyata, walaupun senang mengikuti kisah mereka, kedua anak muda sudah berhasil membuat saya puyeng.

Kalau dilihat dari substansi maupun tatanan terbaru profil Friendster mereka, mereka sudah benar-benar putus. Dengan pahit, tampaknya. Seperti tercermin dari shoutout mereka.

Friendster memang sering menjadi media penyampaian pesan, baik bagi jejaring teman maupun bagi seorang khusus. Baca saja isian shoutout, atau "Who I Want To Meet", yang kadang-kadang -- kalau dilihat kalimatnya -- lebih tepat disebut "Who I Don't Want to Meet".

Saya ingat, waktu masih ber-PJJ (mengikuti istilahnya Okke), saya kerap menegur sang (mantan) pacar jauh itu kalau dia terkesan terlalu menyentil seseorang lewat halaman Friendsternya. Saya pikir tidak ada gunanya, malah bisa-bisa itu dianggap tahap awal pembunuhan karakter, hehehhee.. *iya, iya, ini memang berlebihan!* Malah buat saya yang seperti itu kok agak terlalu - eh - kekanak-kanakan untuk umur kami, hehehe... Untung biasanya yang ditegur mau dan langsung mengkoreksi tulisannya.

Sebenarnya tulisan ini tidak sekedar untuk menyampaikan bahwa dari Friendster kita selalu bisa menemukan hal-hal menarik tentang orang lain. Tapi juga memperlihatkan bagaimana suka ingin tahunya saya, usilnya saya, dan bagaimana tingginya daya khayal saya, hehehhee... Pengalaman lalu sudah membuktikan hal itu kok! :)

6 comments:

nananias said...

pesan terselubung lewat jawaban bulbor? wikikikikikikikik :p

berasa pacaran ama pembaca kode fbi :D

Apey said...

Waduhh jeng, masih punya waktu buat ngikutin "kisah" itu lewat FS yaa :)

sontoloyo said...

Memang dari friendster bisa tercermin seperti orang apakah mereka ?

Walaupun kadang testimoninya mendekati kebenaran tetapi gaya tulisan mereka dalam mendeskripsikan diri sendiri lebih menarik untuk di cermati. (hmmm...mungkin bisa bikin tulisan sendiri mengenai "kolerasi antara deskripsi diri di profile friendster dengan kebenaran karakter seseorang dilihat dari pihak ketiga (testimony)"
gue bisa bikin desertasi S3 psikologi nih buat tema seperti itu ^_^

Menurut gue punya waktu untuk bisa melihat perkembangan seseorang yang tidak elo kenal (walapun dari perjalanan friendster mereka saja) adalah menunjukan bahwa elo punya sindroma seneng infotaiment...(Baca blog saya).
HAHAHAHHAHAHAHA...tapi gue juga penasaran pengen tau juga(minta link profile friendster mereka duong).

menurut gue friendster itu memang ajang untuk teman2 kita yang kaga ketahuan rimbanya mengetahui keadaan kita (dengan menulis kaleidoskop setiap tahun misalnya)...tapi yah gue kaga cukup gila untuk menaruh itu di Bulbo gue (walaupun untuk kalangan terbatas, tapi gue taruh di blog, lebih edan lagi) tapi ada kalanya dalam hidup ini kita ingin mengatakan pada dunia siapa diri kita sendiri,setuju atau tidak friendster adalah ajah aktualisasi diri dan pembentukan karakter (ada yang bikin fake-ster segala loh karena mereka tau iseng tau tukang tipu atau merasa tidak nyaman dengan kehidupannya sendiri).

Banyak memang hal yang bisa di amati dari sebuah kolom friendster profile....hmmm...gue mau ngubah profile gue dulu ahhh..hehehehehehehehe..sorry kepanjangan nih keliatannya...enak sih dijadikan blog sendiri

egh komen itu hak cipta bukan yah ??

okke said...

linknya pleaseeeeeeeeeeee.........

=))

yang punya said...

Nana: Yah, kalo pesan di bulbor kita TST lah ;) (= Tahu Sama Tempe, hahahahaha.. pokoke makanan forever dah!). Yang jelas, kalo pesan2 di shutout atw "Who I Want To Meet" sih cukup bikin ketawa2 n nyengir2, hihihi...

Apey: Hihihi.. abis lucu sih jeng, kayak baca cerita bersambung (pssst... tadinya mo nulis kayak nonton sinetron tapi ntar ketauan hobinya? kikikik..). Yg jelas, kalo mo "rajin" ngikutin harus rajin2 juga ngapdet bahasa gaul para ABG itu. Aku sih pusing bacanya! (tapi tetep dilakonin, kekekekk..)

Sondi: Kaleidoskop ya???? Hayah! Dr semua temen gw, perasaan elo doang yg rajin kirimin kaleidoskop. Kaleidoskop pribadi pulak!

Okke: n buat Sondi juga --> link? Ahahahahhahah...!!! Udah apal singkatan gaul para ABG jeng? ;)

Madame Meltje said...

Ah, friendster itu memang hebatt!!! hahaha.... setiap ada orang baru muncul, pasti pertamanya background check dulu, "Cari aja Di FS" hihihi... jadi ajak mengkomersilkan diri, lumayan juga kan daripada harus keluar duit pasang iklan baris? Dibantu promo lewat testi teman2, yang makin lama makin mirip orang ngobrol ketimbang SMS.... internal jokes yg pengen terlihat keren ataupun ngasih liat kedeketan mereka berdua.

Ah, biarpun FS dah lemot, tetep seryuuuu koooks.... ngintip idup orang lain emang kurang kerjaan sih, tapi lots of fun sometimes! hihihihi