Selamat Jalan, Cak Nur

Orang-orang hebat, Indonesia maupun asing, datang dan pergi. Dengan segala jasa dan kelebihan mereka.

Saya ingin secara khusus mengucapkan selamat jalan kepada Cak Nur, yang kata-katanya kerap memberikan kesejukan dan harapan di tengah derasnya arus prasangka dan kebencian, terutama pada kelompok-kelompok minoritas.

Guntur (yang kemungkinan besar tidak membaca posting ini), menulislah lagi. Kita semua masih sangat perlu wacana yang membuka pikiran, memperluas wawasan, mempererat keakraban, memupuk harmoni. Jangan disimpan di friendster saja.

Sungguh ironis, beliau pergi ketika amarah sedang membakar para saudara yang berbeda keyakinan...

Sedih. Saya sedih.

8 comments:

mellyana said...

aku juga sedih sekali. pas baca, antara gak percaya, dan pertanyaan kenapa sekarang dia pula yang harus pergi. tapi mudah2an esa hilang dua terbilang ya, mudah2an ini bukan kehilangan, tapi momen buat muncul cak nur lain, orang orang dengan pemikiran yang begitu menyejukkan dan mencerdaskan

btw, aku gak tau knapa gak bisa kasih komen, aku emang sempet ngebanned beberapa IP nih,

Boe said...

bendera setengah tiang demi prihatinnya 60 tahun kemerdekaan kemarin rupanya masih betah berkibar di angkasa Indonesia.
saya juga sedih.

ria said...

saya juga sedih. Seorang yang selalu setia mengisi pemikiran dia dengan kepedulian bangsa...semoga akan ada lagi generasi baru yang seperti beliau. Selamat jalan cak nur!

Sontoloyo said...

Sebenernya gue kaga gitu kenal Cak Nur.Yang saya tau dia adalah sosok moderat dari agama islam.Dan yang saya tau beliau sangat di dengar nasihatnya (berarti kan beliau bijaksana).
My condolesence to Cak Nur.

Dinda said...

gue juga kaget plus sedih bgt pas tau dia udah dipanggil sama yg maha kuasa... ingetan gue sekitar 2 setengah tahun yg lalu kita pernah ketemu. dia prnah berkunjung ke rumah om gue di eropa. waktu itu gue juga tinggal disana.
caknur orangnya baik, berwawasan luas,open minded yet, tetap taat beragama... semoga dia diterima dgn baik sisinya amien...

btw met kenal ya :) visit my blog sumtimes :)cheers

Little Sis said...

Saya juga kaget... Indonesia kehilangan 1 lagi tokoh panutan...

'ka said...

who's cak nur?? so sorry...

silverlines said...

Yang tambah bikin sedih kok ya banyak juga yang tetep menghujat dia .. terutama dengan pendapatnya tentang interfaith marriage-nya.