Sometimes things as simple as a plate of Indomie goreng and a sunny side can be the best consolation for a crying soul.
Sheesh.. I've been longing to visit this place....
:((
Posted by
caranita
at
Friday, June 22, 2007
7
comments
Iklan, "Iklan" dan Kode Etis
Tapi terus terang pembiayaan jurnalis untuk meliput dilakukan oleh satu partai tertentu baru saya lihat sekarang. Meskipun saya tahu bahwa petinggi partai itu memang dikenal lancar dengan uang, super pemurah dalam memberi tip, sehingga tentu tidak segan-segan mengucurkan dana untuk mempublikasikan kegiatan partainya.
Barangkali memang kode etis tidak perlu diterjemahkan sekaku itu :). Juga pembiayaan perjalanan luar negeri bagi wartawan untuk meliput kegiatan satu partai mungkin bisa disamakan dengan iklan. Toh perusahaan-perusahaan swasta juga melakukan hal serupa ketika meluncurkan produknya: mengundang wartawan dan memberikan "kenang-kenangan". Hanya saya tetap susah menyamakan satu partai -- yang notabene isunya adalah isu sosial politik -- dengan perusahaan komersial. Kecuali kalau partai-partai di negara kita memang bisa dianggap perusahaan komersial. Paling sedikit dari titik pemikiran di mana aktif di partai menjadi sumber penghasilan hidup. Dan sebenarnya tidak salah juga kalau aktor politik beriklan. Lah, kampanye-kampanye kandidasi jabatan tinggi dari pihak yang berbeda-beda kan menggunakan media massa.
Hanya saja saya jadi bertanya-tanya apakah keikutsertaan dalam rombongan satu partai tertentu, dibiayai oleh partai itu, bisa mempengaruhi pemberitaan berimbang tentang partai tersebut, hehehe... Yah, saya memang tidak percaya pada obyektifitas penuh, termasuk obyektifitas jurnalistik. Namun saya merasa ketidakobyektifan berdasar keterikatan emosional atau ideologis tidak bisa disejajarkan dengan yang berdasar, er, pemasukan.
Menarik juga, bahwa salah satu stasiun televisi yang dibiayai ke mari adalah yang juga menonaktifkan presenter acara pariwisatanya setelah yang bersangkutan menulis tentang perlakuan kurang menyenangkan pemerintah negara tetangga. Tentunya, pemerintah negara tetangga itu membiayai kegiatan peliputan pariwisata negaranya dong :D.
Posted by
caranita
at
Thursday, June 14, 2007
5
comments
Sepatu Kaca Bukan Dari Cinderella
Waktu tanpa sengaja melihat iklan yang memunculkan Madonna mengenakan sepatu dengan sol dan hak stilleto tembus pandang, saya menyadari bahwa sekarang sepatu kaca lebih sering saya asosiasikan dengan penari telanjang dan model sampul Penthouse dibandingkan dengan Cinderella.
Pada kali pertama dan terakhir saya menyaksikan pertunjukan striptease, saya menemukan bahwa hampir semua stripper yang tampil malam itu memakai sepatu sejenis: bertali tipis dengan stilleto atau platform yang semuanya tembus pandang. Dan setelah beberapa lama, saya baru tahu kalau busana kaki serupa juga (hampir selalu) menghiasi kaki jenjang para model media "dewasa".
Kenapa ya? Apa memang sepatu seperti itu kelihatan lebih seksi dan mengundang? Atau karena seolah-olah menyimbolkan busana yang transparan? Atau karena mereka membayangkan Cinderella yang seksi, seorang perempuan dengan kecantikan fisik tapi juga memiliki karakter submisif? (Aslinya kan si Upik Abu).
Bagaimana ya kalau pria-pria juga diminta memakai sepatu tembus pandang? Apa mereka akan kelihatan lebih seksi di mata perempuan (rasanya kok tidak juga, hehehe...) atau pria gay?
Posted by
caranita
at
Monday, June 11, 2007
7
comments